Rabu, 27 Juni 2012

Jowo Dwipo Blogspot.com : Goethe, Emmaneul Deusch dan Tuan Bahrany

Jowo Dwipo : Goethe, Emmaneul Deusch dan Tuan Bahrany





Goethe, seorang Filosof bangsa Jerman yang terkenal, pernah menyatakan :

''Bagaimana juga saya membaca Al Qur'an itu, pertama ia menggerakkan hati kita pada setiap waktu, dengan kesegaran dengan lekas ia menganjurkan penarik hati serta keheranan, dan pada akhirnya ia mendorong kita kepada pengetahuan agama. Susunan katanya yang molek dan indah, serta isi dan tujuannya menjadi suatu pedoman hidup bahagia, memberikan peringatan yang menakutkan untuk selama-lamanya, dan seterusnya untuk menuju ke arah kemuliaan yang Maha Tinggi. Demikian inilah Al Qur'an akan berjalan terus dan bekerja di sepanjang masa dengan pengaruhnya yang amat teguh.''





Emmaneul Deusch, berkata :

''Adalah kita memandang dalam Al Qur'an itu pada permulaannya tidak terasa ada apa-apanya, tetapi jika kita memandang kepada bagian yang lain dari kitab ini, sangatlah ajaib, yaitu sebuah kitab yang menolong bangsa Arab mengalahkan dunia, lebih besar daripada apa yang telah diperbuat oleh Alexander de Groote, pun juga terlebih besar dari pada yang di unjukkan oleh kerajaan Romawi. Pengaruh Al Qur'an itu yang terang dalam sebentar waktu sudah menarik beribu-ribu manusia yang takluk kepadanya; dengan pengaruh Al Qur'an itu, bangsa Arab datang ke Eropa menjadi raja dunia.''





Tuan Bahrany, berkata, yang maksudnya :

''Nabi Muhammad dapat mengalahkan orang Arab dengan kebagusan Al Qur'an. Seberapa kesungguhan dan kesanggupan orang-orang cerdik pandai mendapatkan fikirannya menandingi Al Qur'an dengan bertolong-tolongan satu dengan yang lain; tetapi semuanya itu jerih payah yang tidak ada hasilnya. Mereka lebih suka memasuki medan peperangan mempermainkan mata pedang dan ujung tombak yang bukan sedikit membawa korban jiwa. Dalam pandangan mereka, lebih mudah menempuh medan perang yang bercelup darah itu daripada mengadakan perkataan yang bisa sama bagusnya dengan Al Qur'an. Sedang yang jelas, bagi orang yang berakal, kalau masih bertenaga dan tidak berhalangan, tentu tidak mau berpindah dari yang ringan kepada yang berat, yang banyak mara bahayanya itu.''

0 komentar:

Posting Komentar

Subscribe via email